Cara Mengatur Keuangan Keluarga Efektif dan Anti Boros!

Cara Mengatur Keuangan Keluarga Efektif dan Anti Boros!

Tidak sedikit orang yang bercita-cita menjadi mapan secara finansial. Apakah kamu salah satunya? Lantas, langkah apa saja yang sudah kamu lakukan demi mencapai cita-cita tersebut? Kalau sebatas berandai-andai saja, kamu dijamin tidak akan bisa mengikuti jejak orang-orang sukses di luar sana. Salah satu caranya dengan mengelola dan mengatur keuangan secara benar. Karena, sekalipun kamu punya penghasilan besar, tidak ada jaminan membuatmu menjadi kaya jika cara kamu mengatur keuangan salah.

Manfaat membuat perencanaan keuangan keluarga:

Menjadi lebih realistis

Manfaat pertama dari membuat perencanaan keuangan adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi keuangan kamu sehingga bisa menerapkan gaya hidup yang realistis sesuai dengan kondisi finansial. Perencanaan keuangan harus didasarkan oleh besarnya pendapatan dan kondisi kehidupan.

Spesifik dan terukur

Perencanaan keuangan akan memperlihatkan dengan jelas sampai mana kemampuanmu dalam membiayai kebutuhan hidup, seperti makan, transportasi, sewa rumah, dna lainnya sehingga kamu bisa membuat budgeting bulanan secara jelas. Selain itu, dalam mewujudkan tujuan keuangan, kamu harus mengetahui dengan jelas besaran dana yang dibutuhkan dan bagaimana cara mendapatkannya.

Memiliki target waktu

Dalam perencanaan keuangan keluarga, kamu akan menentukan secara spesifik kapan tujuan keuangan tersebut harus tercapai, sehingga dengan adanya target waktu ini akan mempermudah pencapaian dan progress atau kemajuan dari tujuan keuangan dapat terpantau.

Mengetahui tindakan yang harus dilakukan

Perencanaan keuangan adalah dasar dari rangkaian langkah-langkah lainnya yang akan dilakukan untuk mewujudkan tujuan keuangan. Contohnya, kamu akan mengurangi nongkrong di luar agar bisa berinvestasi dan mewujudkan membeli mobil impian.

Cara Mengatur Keuangan

keuangan keluarga

1, Budgeting dan mencatat pengeluaran

Mengapa budgeting itu penting? Membuat anggaran bulanan diibaratkan sebagai pengendali jumlah uang yang akan kamu keluarkan. Jika budgeting tidak dibuat, kamu bisa saja menghabiskan 50% lebih gaji hanya untuk kebutuhan makan. Budgeting membuat kamu bisa mengalokasikan setiap pengeluaran sesuai prioritas dan porsi kebutuhannya. Setelah membuat budgeting, agar terkontrol dengan baik kamu juga harus mencatat pengeluaran harian. Cara mudahnya bisa dengan menggunakan aplikasi FINOO yang menyediakan fitur budgeting dan expense tracker.

2. Dana darurat

Dana darurat sebenarnya penting untuk dimiliki oleh semua orang, bukan hanya yang sudah berkeluarga. Fungsi dana darurat adalah untuk kebutuhan yang sifatnya urgent dan tidak bisa diprediksi. Contohnya, jika tiba-tiba handphone kamu hilang dan harus langsung membeli baru karena kebutuhan kerja atau genteng rumah tiba-tiba bocor dan harus segera diperbaiki. Untuk yang sudah berkeluarga dan belum memiliki anak, dana darurat yang harus dimiliki adalah minimal 9x pengeluaran bulanan.

3. Memiliki asuransi

Untuk usaha pencegahan, selain dana darurat kamu juga sebaiknya memiliki perlindungan asuransi. Banyak orang yang merasa memiliki asuransi tidak terlalu penting, tapi pada kenyataannya saat tiba-tiba saja sakit, asuransi sangat dibutuhkan untuk mengcover biaya rumah sakit yang besar. Asuransi yang sebaiknya masuk dalam daftar perencanaan keuangan adalah asuransi kesehatan, asuransi jiwa, dan asuransi critical illness.

4. Investasi

Melakukan investasi memang penting dalam perencanaan keuangan. Tapi sebelum berinvestasi atau menabung, pastikan untuk mengatur budgeting terlebih dahulu agar cash flow keuangan bulanan kamu positif. Jangan sampai kamu bisa menabung atau investasi di awal bulan, tetapi harus diambil di akhir bulan karena sudah kehabisan uang sebelum gajian.

5. Dana pendidikan anak

Saat sudah menikah, ada beberapa alokasi dana yang perlu ditambahkan ke dalam perencanaan keuangan, salah satunya adalah dana pendidikan anak. Seperti diketahui, untuk mendapatkan pendidikan yang bagus, biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit. Hal ini dapat diakali dengan mempersiapkan dana pendidikan anak sedini mungkin, sehingga saat anak mencapai usia sekolah dan kuliah, dana pendidikan telah terkumpul sesuai yang dibutuhkan.

6. Dana pensiun

Kamu pernah mendengar tentang sandwich generation? Sandwich generation adalah kondisi dimana seorang anak harus tetap membantu membiayai orang tua yang telah memasuki masa pensiun dan pada saat yang bersamaan juga harus memenuhi kebutuhan hidup dan keluarga mereka sendiri. Pasti kamu tidak ingin menjadikan anak kamu kelak sebagai sandwich generation kan? Mempersiapkan dana pensiun sejak masa produktif adalah solusinya. Dana pensiun bisa dikumpulkan dengan menabung, investasi, passive income, dan lainnya.

Cara perencanan keuangan yang tepat membantu untuk bisa mencapai tujuan dan prioritas keuangan. Untuk memastikan semuanya berjalan lancar, pantaulah terus perencanaan keuangan yang telah dibuat. Periksa kemajuan apa yang sudah dilakukan setiap tahunnya. Hal ini akan membantu kamu tetap fokus dalam mewujudkan tujuan-tujuan keuangan.

Dapatkan penghasilan tambahan hingga Rp 6 juta++ dengan jadi dropshipper di Dropzilla!

Leave a Reply