Pandemi Masih Menyerang, Gelombang PHK Terus Berjalan

Pandemi Masih Menyerang, Gelombang PHK Terus Berjalan

Per 13 September, Covid-19 di Indonesia telah mencapai 218.382 kasus. Pemerintah melalui satuan tugas penanganan Covid-19 memperlihatkan bahwa penularan virus corona masih terjadi di masyarakat. Data hingga minggu pukul 12.00 WIB ini, diketahui ada penambahan 3.636 kasus baru covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Semakin bertambahnya kasus covid-19 pemerintah DKI Jakarta memutuskan untuk kembali memberlakukan PSBB guna menurunkan angka penyebaran di masyarakat. Dengan kata lain aktivitas masyarakat akan dibatasi seperti perkantoran dan pemilik usaha pun tidak dapat berjalan dengan optimal.

Imbasnya ketika perkantoran tidak beroperasi secara maksimal karena adanya pembatasan, memaksa perusahaan tersebut untuk merumahkan karyawannya bahkan ada yang sampai melakukan PHK para karyawan karena operasional kantor yang sudah tidak berjalan seperti biasanya akibat adanya pandemi. Banyak perusahaan yang tidak bisa membiayai kebutuhan operasional karyawan, maka jalan yang diambil adalah memutus hubungan kerja dengan para karyawan.

Survei terbaru Saiful Mujani research and consulting (SMRC) menyebutkan ada sekitar 29 juta warga Indonesia mengalami pemutusan hubungan kerja. Meskipun aktivitas dunia usaha sempat berjalan setelah adanya new normal tetap saja ada beberapa perusahaan yang mengurangi jumlah pekerja mereka. Ironisnya pemberhentian kerja banyak yang tidak sesuai dengan prosedur sebagaimana mestinya. Alhasil pekerja menjadi pihak yang paling dirugikan.

Gelombang PHK ini akan diprediksi terus berjalan seiring kembali diberlakukannya PSBB mulai tanggal 14 September 2020 kemarin. Dengan diterapkannya kembali PSBB maka geliat bisnis di berbagai sektor juga pastinya akan terganggu. Laporan Asian Development Bank (ADB) melaporkan bahwa yang berhenti karena terdampak covid total 48,4 persen dari 60 juta. Artinya kurang lebih ada 30 juta UMKM. Ketua kadin Rosan Roeslani menyarankan bantuan sosial (bansos) diubah menjadi bantuan langsung tunai, agar warga yang menerima bisa membeli sendiri keperluan mereka dan pelaku UMKM pun juga dapat diuntungkan karena adanya aktivitas jual-beli.